Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA) merupakan ajang tahunan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas para professional di bidang ICT, mendorong pemanfaatan dan pertumbuhan ICT di semua lini industri, juga mempersiapkan pelaku teknologi informasi lokal untuk menghadapi kompetisi global. Ajang ini terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia baik dari kalangan akademisi, praktisi, perusahaan, lembaga riset, ataupun perorangan. INAICTA tahun 2009 mengangkat tema “Digital Creative for National Building” dengan visi memposisikan ICT sebagagai variabel yang memungkinkan untuk dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan martabat bangsa di dunia internasional.
Berikut ini adalah catatan perjalanan tim pengembang Zaitun Time Series dari awal mengikuti ajang INAICTA 2009 sampai akhirnya menjadi juara kategori Research and Development.
Tanggal 20 Februari 2009, Depkominfo melangsungkan acara launching perdana INAICTA 2009 diikuti dengan acara press conference dan pembukaan pendaftaran serta peluncuran website INAICTA di http://inaicta.web.id. Acara lauching ini kemudian diikuti dengan promosi dan publikasi melalui media massa baik cetak dan elektronik.
Pendaftaran INAICTA sendiri dibuka sampai tanggal 31 Mei 2009. Terdapat beberapa kategori pada ajang INAICTA yang dikelompokkan dalam 2 kelompok, professioal dan student. Untuk kelompok professional terdapat 10 kategori, beberapa diantaranya adalah e-Learning, open source dan research and development. Untuk mengikuti INAICTA, peserta diwajibkan membuat proposal hasil karyanya dan membayar biaya pendaftaran sebesar dua ratus ribu rupiah.
Kami mendapatkan informasi tentang ajang ini sekitar pertengahan bulan april dari internet. Kami merasa tertarik untuk mengikuti ajang tersebut. Saat itu kami masih mempersiapkan untuk me-release versi 0.1.4. Dengan mengetahui akan adanya ajang tersebut, kami berusaha untuk mempercepat pengembangan versi 0.1.4 untuk diajukan pada ajang tersebut. Alhamdulillah seminggu sebelum penutupan pendaftaran, kami bisa menyelesaikan versi 0.1.4 dan proposal untuk di-submit ke INAICTA 2009. Kami memutuskan untuk mensubmit pada kategori Research and Development, karena awal mula pengembangan Zaitun Time Series adalah dari penelitian untuk tugas akhir di STIS.
Total peserta yang masuk saat penutupan pendaftaran INAICTA sekitar 800 an peserta untuk keseluruhan kategori. seluruh peserta harus melalui dua tahap penjurian sebelum menjadi nominator penerima anugerah INAICTA 2009. Penjurian pertama berupa seleksi dari seluruh proposal yang masuk. Dari seluruh proposal yang masuk, dipilih kurang lebih 10 peserta untuk tiap kategori yang lolos penjurian tahap.
Hasil penjurian tahap pertama diumumkan tanggal 17 Juni 2009 Alhamdulillah, Zaitun Time Series menjadi satu dari 9 peserta yang lolos untuk kategori Research and Development dan kami diwajibkan mengikuti penjurian tahap dua yang diselenggarakan pada tanggal 3-4 Juli 2009 di Jakarta. Penjurian tahap berupa presentasi hasil karya dan tanya jawab dengan dewan juri. Penjurian dilakukan di gedung Fx, yang bertempat di samping Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Peserta yang lolos penjurian tahap pertama:
- Bahasa Pemrograman Nusaptel oleh Bernaridho Hutabarat
- Zaitun Time Series oleh Rizal Zaini Ahmad Fathony (BPS)
- Integrasi data online berbasis smart data-mining oleh Z. Akbar (LIPI)
- V-Track : Online Vihicles Tracking System oleh Andi Sunyoto (AMIKOM Yogyakarta)
- Log Kartu Pintar/RFID untuk Pemeliharaan Aset oleh I Gede Junidwaja
- BukuQ: Book Inventory Network oleh Fajar Endra Nusa
- Smart Telediagnosis oleh Tri Susanto
- 3D MODELING WITH VRML LANGUAGE oleh Ina Agustina
- Eye B Pod oleh Stanley Audrey (Bina Nusantara University)
Tanggal 28 Juni 2009 adalah hari bersejarah bagi saya, karena pada hari itu saya melangsungkan pernikahan dengan Lia Amelia, salah satu anggota tim pengembang Zaitun Time Series, di Palembang.
Tanggal 1 Juli 2009, masih dalam suasana bulan madu
, saya beserta istri berangkat dari Palembang ke Jakarta untuk memenuhi panggilan dari dewan juri untuk mengikuti penjurian tahap ke dua. Dari keseluruhan tim pengembang Zaitun Time Series, cuma kami (saya dan istri) yang bisa hadir, karena harus dengan biaya sendiri. Maklum teman-teman anggota tim tersebar di seluruh Indonesia.
Suasana penjurian tahap 2
Penjurian tahap dua berlangsung hari jum’at 3 juli 2009. Presentasi dilakukan di ruangan kecil tertutup di depan 5 orang dewan juri. Satu per satu peserta dipanggil untuk mempresentasikan karyanya. Kami mendapatkan jatah presentasi jam 9.00 pagi. Alhamdulillah presentasi berjalan lancar. Beberapa pertanyaan dari dewan juri juga bisa kami jawab dengan baik. Kurang lebih jam 09.45 presentasi dari kami selesai. Giliran peserta lain yang mempresentasikan karyanya.
Kami (saya dan istri) masih berada di Jakarta sembari menunggu pengumuman penjurian tahap ke dua. Sembari menunggu pengumuman dengan harap-harap cemas, kami memenfaatkan waktu untuk sekedar jalan-jalan di Jakarta.
Tanggal 5 Juli 2009 pagi pengumuman hasil penjurian tahap kedua sudah bisa dilihat di website INAICTA. Alhamdulillah Zaitun Time Series menjadi salah satu dari 5 peserta yang lolos penjurian tahap dua dan menjadi nominator INAICTA 2009. Kami sangat bahagia melihat kabar itu, pengorbanan kami ke Jakarta tidak sia-sia.
Nominator kategori Research and Development INAICTA 2009:
- Bahasa Pemrograman Nusaptel oleh Bernaridho Hutabarat
- Zaitun Time Series oleh Rizal Zaini Ahmad Fathony (BPS)
- Integrasi data online berbasis smart data-mining oleh Z. Akbar (LIPI)
- V-Track : Online Vehicles Tracking System oleh Andi Sunyoto (AMIKOM Yogyakarta)
- Eye B Pod oleh Stanley Audrey (Bina Nusantara University)
Setelah semua urusan di Jakarta selesai saya dan istri langsung melanjutkan perjalanan ke kampung halaman saya (Wonogiri) sekaligus untuk mengenalkan istri saya ke keluarga besar saya di Wonogiri (saat itu kami masih dalam masa cuti nikah). Setelah kami selesai cuti nikah, kami harus berpisah, karena saya harus kembali bekerja di Riau, dan istri bekerja di Sumatera Selatan.
Tanggal 20 Juli 2009 kami mendapatkan info dari panitia INAICTA, bahwa semua nominator diwajibkan membuat stand pada saat ajang Pameran INAICTA 2009 tanggal hari selasa-rabu, 28-29 Juli 2009. Seluruh peserta diminta menghadiri briefing pada hari kamis 23 Juli 2009 di gedung Depkominfo di Jakarta. Saat itu kami sudah kembali bekerja di BPS daerah (Riau dan Sumsel). Kami sempat merasa keberatan dengan hal tersebut, mengingat lokasi kami yang jauh dari Jakarta. Namun karena tekad kami sudah bulat untuk terus mengkuti ajang ini, kami tetap mengusahakan untuk bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya. Akhirnya, kami meminta bantuan dari beberapa adik kelas yang masih kuliah di STIS untuk menghadiri briefing stand pameran dan membantu pembuatan stand.
Hari Sabtu tanggal 25 Juli 2009, setelah meminta izin dari kepala kantor masing-masing, saya dan istri berangkat ke Jakarta untuk mempersiapkan stand Zaitun Time Series. Sekali lagi, diantara anggota tim pengembang Zaitun Time Series cuma saya dan istri yang bisa hadir karena harus dengan biaya sendiri. Kami berencana mengisi stand dengan spanduk, pamflet, leaflet, buku petunjuk pengunaan dan buku promosi tentang Zaitun Time Series. Tak lupa kami sediakan juga laptop yang sudah terinstal aplikasi Zaitun Time Series yang bisa dicoba-coba oleh pengunjung stand. Kami meminta bantuan beberapa adik kelas di STIS untuk membantu mempersiapkannya.
Stand Zaitun Time Series
Hari Selasa pagi tanggal 28 Juli 2009 stand kami sudah siap. Pameran INAICTA yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC) dibuka oleh panitia. Selain stand-stand dari para nominator masing-masing kategori, terdapat juga serangkaian kegiatan seperti, seminar, workshop, kompetisi robot dan kompetisi game. Namun demikian, jumlah pengunjung masih terasa sepi, mungkin karena bukan hari libur. Beberapa pengunjung ada yang mapir ke stand kami. Kami telah mempersiapkan leaflet, booklet serta kartu nama yang bisa diambil cuma-cuma. Tak lupa bagi pengunjung yang berminat mencoba Zaitu Time Series kami menyediakan satu buah laptop yang bisa dipakai.
Pameran INAICTA selesai pada hari rabu, 29 Juli 2009 sore pukul 5.00. Secara keseluruhan acara berlangsung lancar. Namun jumlah pengunjung masih kurang. Kedepan mungkin pihak Depkominfo harus lebih gencar dalam mempromosikan. Kami segera membereskan stand kami dan kemudian segera mempersiapkan diri, karena habis maghrib acara puncak malam penganugerahan INAICTA 2009 akan dibuka.
Setelah makan malam, semua peserta pameran INAICTA masuk ke ruang Assembly JCC, tempat dimana penganugerahan akan dilakukan. Acara dibuka dengan penampilan artis, kemudian sambutan dari panitia dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh. Selanjutnya ditampilkan semua nominator untuk ke semua kategori, baik di kelompok student ataupun professional. Penampilan dari artis menyelingi acara-acara pada malam itu.
Acara yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, pengumuman juara untuk masing-masing kategori INAICTA 2009. Pengumuman terbagi dalam 3 sesi. Sesi pertama untuk kelompok student, disusul 5 kategori pertama kelompok professional, dan 5 kategori kedua. Diantara sesi-sesi diselingi dengan penampilan artis. Akhirnya pada sesi ketiga, kategori Research and Developmnet diumumkan, dimulai dengan menyebut ke semua nominator kategori. Saat itu hati kami berdegup kencang, penasaran dan harap-harap cemas, apakah kami menjadi salah satu yang disebut oleh pembawa acara. Selanjutnya diumumkan penerima penghargaan Merit (juara 2) kategori Research and Development yaitu Eye B Pod oleh Stanley Audrey dari Universitas Bina Nusantara. Selanjutnya diumumkan Winner untuk kategori Research and Development, hati kami berdegup kencang. Dan “Zaitun Time Series oleh Rizal Zaini Ahmad Fathony” di ucapkan oleh pembawa acara. Tak pelak, kami langsung berteriak kegirangan, kami tak menyangka bisa meraih prestasi level nasional ini.
Kami diminta maju ke depan bersama pemenang kategori lain untuk menerima piala dan piagam penghargaan. Selanjutnya menkominfo memberikan sedikit wejangan. Setelah selesai, para peserta kemudian melakukan foto-foto bersama. Tak lupa, kami juga memanfaatkan kesempatan langka itu untuk foto bersama Menkominfo Muhammad Nuh. Kami juga bertemu dengan pakar informatika Onno W Purbo, kesempatan itu tidak kami sia-siakan. Kami mengajak pak Onno untuk foto bareng kami sambil memegang piala dan piagam penghargaan.
Foto bareng Menkominfo
Setelah selesai semua acara, sebelum pulang, kami menemui panitia untuk mengambil hadiah berupa uang pengembangan. Kami diberi amplop berisi cek tunai yang bisa segera dicairkan. Ketika kami lihat isinya, kami sangat bersyukur karena nilai hadiahnya lumayan besar, sehingga biaya yang kami keluarkan seperti dua kali transportasi perjalanan Riau-Jakarta dan Palembang-Jakarta, biaya pembuatan stand, dll bisa tertutupi dan masih ada sisa yang lumayan.
Kami menyadari bahwa hasil ini bukan merupakan akhir dari usaha kami, namun menjadi awal dari pengembangan Zaitun Time Series lebih lanjut. Kami berharap bahwa Zaitun Time Series bisa bisa bermanfaat bagi banyak orang di seluruh dunia. Kami juga berharap Zaitun Time Series bisa dimanfaatkan di instansi tempat kami bekerja, Badan Pusat Statistik (BPS), bahkan bisa dikembangkan lebih lanjut di BPS, sehingga pemanfaatannya bisa lebih terasa di BPS.
Rizal Zaini Ahmad Fathony
Ketua Tim Pengembang Zaitun Time Series